Persekutuan Lansia - Tahun Baru Imlek 2009 PDF Print E-mail
Written by Melanie Sugandi   
Tuesday, 17 February 2009 17:40
Orang bilang kota Toronto terkenal dengan salju dan dinginnya. Memang betul, 28 Januari yang lalu, kota Toronto dilanda dengan badai salju. Namun, keadaan yang menyulitkan bagi para senioren untuk meninggalkan kehangatan rumah mereka, tidak membatalkan niat para senior untuk datang ke persekutuan 2 mingguan  di 1000 Petrolia Rd, North York. Ada apa disana, baca selanjutnya dengan menekan tombol "Berlanjut".

Persekutuan Lansia tanggal 28 Januari dibuat agak sedikit lain, yaitu bertepatan dengan Chinese New Year. Bukan merayakan Chinese New Year, tetapi sebetulnya lebih tepat untuk berterima kasih kepada Tuhan bahwa sekarang kita semua boleh menyebut diri kita anak-anak Tuhan. Bayangkanlah, nenek moyang kita dulu belum mengenal Tuhan, tetapi sekarang karena semata-mata anugerahNya, anak dan cucu pun boleh mengenal Tuhan. Hari itu acara dibuka dengan pujian dan penyembahan, kemudian disambung dengan renungan pendek oleh Jhon Halim yang berjudul “The Gospel Of 2nd Chance”, maksudnya apabila kita berbuat salah, Tuhan selalu masih memberikan kesempatan untuk kita perbaiki. Setelah itu oom Hans Widjaja sedikit bernostalgia, masih ingat betapa senangnya merayakan Imlek waktu masih kecil dulu. Tidak kalah tante Anna Subrata menyumbangkan lagu dalam bahasa Mandarin “Wo He Ni” (You & Me). Hari itu hampir semua berpakaian tradisional bagus-bagus dan warna warni. Tapi pilihan juri tak dapat diganggu gugat, maka dinobatkanlah ‘Kongco 2009’ oom David Budiman & ‘Makco 2009’ ialah tante Siok Tedjobunarto. Bergembira bukan hanya milik anak muda, tapi Lansia pun bisa bersukacita. Hari itu seluruh GTA diselimuti dengan salju, oleh sebab itu bubur ayam dengan cakwee dan tongcai, bakpao, dim sum dan cen teng panas langsung diserbu.

Last Updated on Friday, 27 February 2009 23:52